Kembali
Cover

Kutunggu Talak 3 Mu Mas!

@admin
Dipublikasikan 17 Jun 2026
Cerita Fiksi Indonesia
0 Suka
2 Bab
0 Komentar
2026 Tahun
Baca di KBM

Bab 1

“Mas… kamu yakin masih mau teriak soal harga diri?”

Nayla akhirnya berdiri. Tatapannya tajam, tapi suaranya justru pelan.

“Karena kalau aku buka alasan sebenarnya kenapa kamu selalu ‘lembur’ tiap acara keluarga… yang malu bukan cuma kamu.”

Raka langsung terdiam.

Rahangnya menegang, sementara Nayla perlahan mengeluarkan sesuatu dari dalam laci meja rias—sebuah bukti yang selama ini ia simpan rapat.

Dan malam itu, untuk pertama kalinya, Raka sadar… istrinya tidak lagi takut kehilangan dirinya.

************

"Kamu sengaja bikin aku kelihatan kayak suami brengsek di depan keluarga besar kamu, hah?!"

Suara Raka menggelegar memecah keheningan kamar tidur utama. Ia membanting pintu di belakangnya dengan keras hingga bingkai foto pernikahan mereka yang tergantung di dinding sedikit miring. Wajahnya merah padam, napasnya memburu, dan dasi kerjanya sudah ditarik longgar secara asal-asalan.

Nayla tidak terlonjak. Tangannya yang sedang melipat kemeja lengan panjang milik Raka hanya terhenti sedetik di udara, sebelum ia kembali merapikannya dan memasukkannya ke dalam koper hitam yang terbuka di atas ranjang. Ia tahu besok suaminya harus pergi dinas luar kota selama dua hari.

"Aku tanya sama kamu, Nayla! Kamu bisu?!" bentak Raka lagi, melangkah mendekat ke sisi ranjang.

"Aku nggak sengaja bikin kamu kelihatan kayak apa pun, Mas," jawab Nayla tenang, suaranya nyaris datar. "Keluarga besar yang menilai sendiri. Mereka punya mata."

"Oh, jadi sekarang kamu berani nyindir aku?! Kamu pikir aku absen dari acara syukuran tujuh bulanan Mbak Nisa itu buat apa? Buat nongkrong?! Aku lembur, Nay! Aku kerja!"

"Lembur." Nayla mengulang kata itu tanpa intonasi. Ia mengambil gulungan dasi dan menyelipkannya ke sela-sela kemeja di dalam koper. "Acara Mbak Nisa itu udah diomongin dari bulan lalu, Mas. Kamu sendiri yang janji ke Bapak bakal datang dan jadi perwakilan keluarga buat sambutan. Bapak nungguin kamu sampai acara selesai."

"Terus kenapa kalau aku janji?! Namanya juga ada kerjaan mendadak dari atasan, mau gimana lagi?! Harusnya kamu yang cover aku di sana! Kamu kan istriku! Harusnya kamu bilang ke Bapak, ke ibu kamu, ke semua orang di sana kalau suamimu ini lagi banting tulang cari uang buat ngidupin kamu!"

"Aku udah bilang, Mas." Nayla menutup resleting kompartemen kecil di dalam koper. "Aku bilang ke Bapak, Mas Raka lagi lembur. Tapi Bapak dan Ibu tetap kecewa, karena ini bukan pertama kalinya kamu batalin janji keluarga demi alasan lembur mendadak. Dan... wajar kan kalau mereka nanya, lembur apa di hari Minggu malam begini?"

"Tuh kan! Kamu emang sengaja ngebiarin mereka mikir yang nggak-nggak tentang aku!" Raka menunjuk wajah Nayla dengan telunjuknya yang bergetar. "Kamu itu nggak pernah bisa ngehargain aku sebagai kepala keluarga! Uang belanja tiap bulan aku kasih penuh, fasilitas rumah, mobil, semua kamu tinggal pakai. Giliran aku nggak bisa datang ke acara keluarga kamu yang nggak penting-penting amat itu, kamu malah diam aja pas aku disudutkan!"

Nayla menghentikan gerakannya. Ia menatap Raka lurus-lurus.
Baca di KBM